Harga Vivo V9 Plus Bekas Cukup Murah, Ini Tips Jika Ingin Membelinya!

Gadget

Written by:

Untuk Anda yang sedang mencari ponsel pintar dengan performa dan kamera bagus, Vivo V9 dengan RAM 6GB bisa jadi pertimbangan. Ponsel yang sering disebut sebagai versi “plus” atau “pro” dari originalnya ini dibekali chipset Snapdragon 660 yang mampu menjalankan aplikasi-aplikasi berat dengan mulus.

Chipset ini turut mempercepat pengolahan gambar saat memotret. Kamera depannya sendiri memiliki resolusi 12 MP dan dilengkapi dengan dual pixel sehingga mampu menghasilkan foto selfie berkualitas tinggi meskipun pencahayaan minim.

Ada pula fitur-fitur menarik yang akan membuat hasil jepretan Anda kian layak dipamerkan di media sosial. Sebut saja AI (kecerdasan buatan) untuk Face Beauty, AI Selfie Lighting, AR Sticker, dll. Sementara itu, di sisi belakang ada dual rear camera dengan resolusi 13 MP dan 2 MP yang mampu menghasilkan efek bokeh seperti layaknya foto yang dihasilkan dengan kamera profesional.

Selain dua kelebihan di atas, masih ada kelebihan lain yang dimilikinya. Sperti fitur dual 4G yang bisa digunakan secara simultan, triple slot, baterai dengan daya tahan teropimasi, dsb. Bagaimana, jadi tertarik ingin membelinya?

Untuk Anda yang masih berstatus mahasiswa dan belum memiliki penghasilan sendiri, mungkin agak berat jika harus membeli yang baru. Di bulan Maret 2019 ini, harga jualnya dibanderol sekitar Rp3,6-3,7 juta. Alternatifnya, Anda bisa membeli yang bekas.

Harga Vivo V9 plus bekas sendiri cukup murah. Dari pantauan di beberapa situs jual beli online, harganya sekitar Rp2,5-2,9 juta. Lumayan, kan, selisihnya?

Akan tetapi, tahu sendiri, kan, kalau membeli barang bekas cukup berisiko? Apalagi barang elektronik yang rentan rusak. Nah, agar Anda terhindar dari kekecewaan, cobalah ikuti tips berikut ini.

Baca Juga :  5 HP Motorola Terbaru di Tahun 2018 dan Spesifikasinya

1. Cari yang Masih Bergaransi

Salah satu cara teraman saat membeli ponsel bekas adalah memastikan bahwa garansi resmi masih berlaku. Dengan demikian, jika ada kerusakan, Anda tidak perlu merogoh kocek tambahan untuk memperbaikinya.

Kalaupun garansi sudah habis, carilah yang selisih waktunya tidak terlalu jauh dari habisnya masa garansi tersebut. Semakin jauh, berarti semakin lama pula ponsel itu sudah digunakan sehingga potensinya untuk rusak juga semakin tinggi.

Kalau mau, Anda juga bisa meminta garansi tertulis dari penjualnya sendiri. Mungkin jangka waktunya tidak akan selama garansi resmi. Tapi setidaknya, penjual mau bertanggung jawab jika kondisi barang tidak sesuai dengan apa yang ditawarkannya.

Baca juga: Spesifikasi vivo v5

2. Usahakan COD

Usahakan untuk mencari penjual yang mau diajak COD (Cash on Delivery) sehingga Anda bisa memeriksa kondisi fisik ponsel di hadapan penjualnya langsung. Jika kurang sreg, Anda dapat membatalkan transaksi atau meminta diskon. Kalau sulit mencari yang mau diajak COD, gunakan rekening bersama agar Anda punya waktu untuk memeriksa ponsel sebelum uang Anda diterima si penjual.

3. Periksa Kondisi Ponsel dengan Teliti

Pastikan tidak ada kerusakan parah pada ponsel yang Anda beli. Tidak lucu, kan, kalau niatnya mau irit, ternyata Anda harus mengeluarkan banyak uang untuk biaya reparasinya. Periksa juga apakah semua fitur yang ada di dalamnya bisa bekerja dengan baik atau tidak.

4. Cek Nomor IMEI

Fitur dan fisik oke, jangan lupa untuk cek nomor IMEI untuk memastikan jika barang original. Caranya, tekan *#06#, nomor IMEI akan muncul sendiri. Lalu, cocokkan dengan yang tertera di kardus ponsel. Usahakan juga untuk mengecek keaslian perangkat bawaan seperti charger, kabel USB, dan earphone. Kalau perlu, ajak teman atau saudara Anda yang paham mengenai hal tersebut.

Baca Juga :  Review Nokia 5

Comments are closed.